Posts

Showing posts with the label puisi

PUISI SENDAWA APA JADINYA?

Image
  SENDAWA Puisi:   Badrussalam   Apakah kau tahu Ada apa di balik bunyi? Apakah kau mengerti Mengapa bunyi itu terjadi?   Tumpukan angin kepingan dingin Tumpukan kata-kata jadi makna Tiba-tiba menjelma menjadi luka Syarat dengan tanda-tanda   Ada yang bisa membaca, tapi tidak mengerti Ada yang bisa menulis, tapi tidak punya arti Ada yang tidak bisa membaca dan menulis tapi mengerti dan memiliki arti. dok.badrussalam.2021 SENDAWA Puisi    : Badrussalam   Kau tahu ketika aku sedang nikmatnya berpesta Tiba-tiba terdengar hingar-bingar Suara aneh itu muncul di depan mata   Saat itu aku mulai terganggu Saat itu aku mulai ragu Setelah pesta usai aku pikir suara itu sudah tiada Hilang dibawanya berdansa, tapi Tidak lama .... (buarp-brp-buuuuur-ooaaa)   Aku semakin geram Nafasku berdetak tak beraturan Jika nafsu ini masih liar Akanku hantam dengan bogem malam.   Bandung, ...

SATU PUISI - Happy Teachers Day - Nov 25th 2023

Image
"DERU DERING GURUKU"   Puisi: Badrussalam   . . . Langkah kakimu dihitung infak  Gerak badanmu ungkapan akhlak Pikiran sucimu mampu ditebak Catatan harianmu harum semerbak Wahai guru-guruku yang mulia Deru dering suaramu buatnya bahagia Artikulasi Nur teruskan asa Hingga menembus dinding cakrawala Wahai guru-guruku...  Celah-celah langit mulai menyempit Tetesan keringatmu mulai terhimpit  Lambung dan ususmu ikut terjepit Tapi..  Tapi semangat juangmu mampu menembus langit  Wahai guruku...  Teruskan sumpah perjuanganmu hingga ke pelosok Teruskan amanat baktimu meski jalanmu terseok-seok Kelak kau tinggal memilih,  pintu surga mana yang kau pilih Masuk bersama orang-orang yang Engkau sayang Wahai guruku...  Aku tahu, aku tahu saat-saat itu kau terbanting Terpelanting dalam sudut-sudut hening  Terbangun oleh sebuah tanggungjawab nan penting Membawa misi-misi yang masih tergunting Wahai guruku.. Aku malu bilang I love you Padamu Aku mal...

MERAMU BARA

Tulus Tapi Mengklutus  Puisi: Badrussalam Satu Kata Untuk Perempuan,  Aaakkkkh.  Serang, 2021

Menyimpan Peran di Bandung

Image
KAMPUS BIRU Puisi: Badrussalam  Kampusku menyimpan pilu  Kampusku menyimpan rindu  Kampusku menyimpan ilmu  Kampusku menyimpan pesan  Kampusku menyimpan mantan  Kampusku memberi harapan  Kampusku sirami bunga  Kampusku sirami cinta  Kampusku kampus bahagia Pandemi 19  Puisi: Badrussalam  Siapa sangka semua manusia tiba-tiba jadi pengusaha,  siapa pikir semua cita jadi tetesan air mata.  Bandung, 2019
Image
  dokumentasi.Badrussalam “MEMBARA” Puisi: Badrussalam Suatu ketika, Ketikan di jarimu lari begitu cepat Ratusan kali melintang lewati dedaunan dan ranting-ranting Suatu ketika, Detak jantungmu begitu kuat Ribuan kali berhasil guncangkan lahat Suatu ketika, Kobaran apimu menyala-nyala Kata-katamu mulai murka Kalimat-kalimat mu tak terbaca Bila ku baca bersama air mata Bait puisimu berbelit-belit Sampai ruang etika terhimpit Oleh bebatuan yang kau makan Lalu, jutaan tanda tanya kau tegakan dalam sepekan. Ah suatu ketia, Aku tak sanggup lagi padamkan api Aku hanya sanggup mencintaimu hingga mati. Bandung, 24 Juli 2021

SEBUAH PUISI UNTUK DESA PANAMPING, KEC. BANDUNG, KAB. SERANG

 "Panamping" Puisi: Badrussalam Sore ku diramaikan angin Malam ku diselimuti dingin Dan pagi ku disegari ranting-ranting. Ya Panamping, desa mu telah bermekar seperti bunga-bunga mawar Panamping, desa mu telah nyaman seperti kita pertama bersalaman. Serang, Mei 2021

Lemahnya Aku sebagai Manusia: Putus sama dengan Puisi.

Image
Di puisi ini bisa kalian tebak ya bagaimana pada saat itu perasaan seorang manusia (laki-laki) yang ditinggalkan seorang kekasih tanpa suatu masalah dan alasan yang logis. Doc:Badrussalam/Hp/Xiaomi-Redmi-5A AIR MATA BUAH BATU Puisi: Badrussalam KAU TAHU, SAAT INI HUJAN DI JALAN BUAH BATU HUJANNYA AWET YA SEPERTI HUBUNGAN KITA DULU. SEKARANG HUJAN ITU BERHENTI,  YA. SEPERTI HUBUNGAN KITA SEKARANG. AKU INGAT SEKALI, KAU SANGAT PANDAI MERANGKAI KATA- KATA PUITIS. DAN SEKARANG AKU JUGA PANDAI MEMBUAT KATA-KATA PUITIS SEPERTIMU. KATA-KATA ITU ADALAH KATA-KATA AIRMATA YANG KINI KU RASA. AKU JUJUR, AKU SANGAT SUKA DENGAN KATA-KATA PUISTISMU ITU, TAPI SEKARANG AKU MUAK PADA KATA-KATA ITU. KAMU TAHU KENAPA? KARENA HUJAN ITU TERHENTI. Bandung, Maret 2019 AKU TAK TAHU Puisi: Badrussalam AKU TAK TAHU KENAPA MALAM INI AGAK MELANKOLIS, AKU TAK TAHU MENGAPA AIR HUJAN TURUN TANPA TANDA, AKU TAK TAHU MENGAPA LALU LINTAS KOTA BANDUNG TERASA HAMPA, AKU JUGA TAK TAHU MENGAPA. MUNGKIN ADA YANG MAU BERI...